Minggu Kasih di Gereja St.Petrus Tukuneno ,Wakapolres Belu Ajak Bersama Polri Jaga Kamtibmas dan Dukung Operasi Patuh 2026

Minggu Kasih di Gereja St.Petrus Tukuneno ,Wakapolres Belu Ajak Bersama Polri Jaga Kamtibmas dan Dukung Operasi Patuh 2026

Guna Mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus memperkuat upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Wakapolres Belu, KOMPOL Cecep Ibnu Ahmadi, S.I.K., S.H., M.H.,melaksanakan kegiatan Minggu Kasih Bersama Masyarakat, minggu (25/10/2026) pukul 09.20 WITA.

Pelaksanaan Minggu Kasih kali ini mengambil lokasi di Gereja St.Petrus Tukuneno  Lolowa, kelurahan Lidak, kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Usai pelaksanaan Misa oleh umat Katolik, Wakapolres Belu  menyampaikan imbauan kepada masyarakat melalui kolaborasi dengan tokoh agama untuk bersama-sama menjaga dan memelihara situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Belu.

Wakapolres Belu mengungkapkan, kehadiran Polri di tempat ibadah merupakan bagian dari upaya mendukung Program 100 Hari Kerja Kapolri, Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si.,dengan tagline "Polisi Bersama masyarakat" serta Mendukung Commander Wish Kapolda NTT, Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, S.I.K agar polisi senantiasa hadir di tengah masyarakat.

Wakapolres Belu pada kesempatan tersebut mensosialisasikan sejumlah persoalan kamtibmas yang menjadi perhatian di Kabupaten Belu, mulai dari kejahatan konvensional, kecelakaan lalu lintas, kejahatan digital, hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Miras Pemicu Tindak Pidana dan Laka Lantas

Dalam imbauannya, Wakapolres Belu juga menyoroti keterkaitan konsumsi minuman keras (miras) dengan tindak kekerasan.

Wakapolres Belu mengungapkan, sekitar 90 persen perkara pada kelompok kasus penganiayaan, pengeroyokan, dan pengrusakan disebut berkaitan dengan pengaruh miras.

Oleh karena itu, Wakpolres Belu mengimbau seluruh jemaat yang hadir dan sanak keluarga dirumah untuk menghindari konsumsi miras secara berlebihan yang dapat memicu pertengkaran, perkelahian, hingga tindak pidana.

"Saya juga mengimbau bapak ibu, adik-adik yang hadir disini untuk kita selalu mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm berstandar bagi pengendara sepeda motor, tidak berkendara dalam pengaruh alkohol, serta mengutamakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya"tambah Wakapolres Belu.

Imbau Masyarakat Tertib Berlalu Lintas, Dukung Pelaksanaan Operasi Patuh

Dalam rangka mendukung pelaksanaan Operasi Patuh yang saat ini tengah berlangsung, Waapolres Belu mengimbau seluruh jemaat Paroki Tukuneno, khususnya para pengguna jalan, agar senantiasa meningkatkan kesadaran dan disiplin dalam berlalu lintas.

Wakapolres Belu menegaskan bahwa tertib berlalu lintas bukan semata-mata untuk menghindari penindakan atau sanksi dari petugas kepolisian, tetapi merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

"kami dari kepolisian mengajak masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor, mengenakan sabuk pengaman bagi pengemudi mobil, melengkapi surat-surat kendaraan, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan"imbau Wakapolres Belu.

Selain itu, pengendara juga diingatkan agar tidak menggunakan ponsel saat berkendara, tidak melawan arus, tidak berkendara melebihi batas kecepatan, serta menghindari tindakan lain yang dapat membahayakan keselamatan di jalan raya.

Menurut Wakapolres, pelaksanaan Operasi Patuh merupakan salah satu upaya kepolisian untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan bersama. Patuhi aturan lalu lintas, lengkapi kelengkapan kendaraan, dan selalu utamakan keselamatan saat berkendara. Jangan menunggu ada petugas baru kita tertib, tetapi jadikan disiplin berlalu lintas sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari," imbau Wakapolres.

Sosialisasikan Layanan Call Center 110 Sebagai Sarana Pengaduan Masyarakat

Masih dengan suasana yang penuh kehangatan ini, Wakapolres Belu mengungkapkan, Kepolisian Republik Indonesia saat ini terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, salah satunya dengan menyediakan layanan Call Center 110 yang dapat diakses masyarakat secara gratis tanpa pulsa.

Mantan Wakapolres Sumba Barat ini menambahkan, Kepolisian siap memberikan respon cepat setiap pengaduan dari masyarakat dan menindak tegas para pelaku kejahatan sesuai hukum yang berlaku dengan memanfaatkan Layanan Polisi 110 yang dapat dihubungi kapan saja secara gratis.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila terjadi gangguan kamtibmas baik lewat Bhabinkamtibmas, ke kantor polisi terdekat atau melalui call center Polri 110 yang selama 1x 24 jam standby melayani masyarakat. Setiap laporan yang masuk melalui 110 akan segera ditindaklanjuti secara profesional dan proporsional sesuai hukum yang berlaku"jelas Wakapolres Belu.

“Layanan Call Center 110 ini bebas pulsa ini yang disediakan Polri agar masyarakat tidak ragu dan tidak terkendala biaya ketika membutuhkan bantuan cepat polisi atau ingin menyampaikan informasi terkait gangguan Kamtibmas.Kecepatan respons menjadi kunci dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat”tambahnya.

Polri Bersama Masyarakat, Wujudkan Belu yang Aman dan Kondusif

Melalui kegiatan Minggu Kasih, Polres Belu menjadikan rumah ibadah sebagai salah satu ruang untuk membangun komunikasi, mempererat silaturahmi, serta menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat.