Respons Cepat Polsek Lamaknen Polres Belu dan Koramil, 8 Pendaki Terjebak Kebakaran Gunung Lakaan Berhasil Dievakuasi dengan Selamat

Respons Cepat Polsek Lamaknen Polres Belu dan Koramil, 8 Pendaki Terjebak Kebakaran Gunung Lakaan Berhasil Dievakuasi dengan Selamat

Respons cepat ditunjukkan jajaran Polsek Lamaknen Polres Belu bersama personel TNI dalam membantu mengevakuasi delapan orang pendaki Gunung Lakaan yang terjebak akibat kebakaran hutan dan lahan di kawasan gunung tersebut, Sabtu (7/11/2026).

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Gunung Lakaan, tepatnya di Dusun Oloboe, Desa Maudemu, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu.

Berkat kesigapan aparat kepolisian dan TNI, seluruh pendaki berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat tanpa mengalami luka maupun cedera.

Kronologis Delapan Pendaki Terjebak di Gunung Lakaan

Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa, S.H.,S.I.K melalui Kasi Humas, IPTU Agus Haryono, SH menuturkan, berdasarkan keterangan salah seorang pendaki, Frengky Bere, rombongan yang berjumlah delapan orang mulai melakukan pendakian pada sabtu (11/07/2206) sekitar pukul 07.00 WITA.

Setibanya di puncak Gunung Lakaan, lanjut Kasi Humas, mereka sempat beristirahat dan mengabadikan momen dengan berfoto.

"Usai beristirahat dan mengabadikan momen dengan berfoto di puncak Lakaan, kedelapan orang tersebut sekitar pukul 10.00 WITA, berniat untuk turun gunung namun saat rombongan mulai turun, mereka mendapati jalur pendakian telah dilalap api akibat kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut"jelas Kasi Humas.

"Menyadari kondisi yang membahayakan, para pendaki memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan turun dan mencari bantuan dengan menghubungi salah seorang tokoh masyarakat setempat, Alfons, yang akrab disapa Ama Nai Dirun"tambah Kasi Humas.

Lebih lanjut Kasi Humas menuturkan, Informasi dari Ama Nai Dirun kemudian diteruskan kepada anggota Polsek Lamaknen dan personel Koramil Weluli guna meminta bantuan evakuasi terhadap para pendaki yang masih berada di atas gunung.

Merespons laporan tersebut, anggota Polsek Lamaknen dipimpin langsung Kapolsek, IPDA Remigius Kala bersama personel TNI dari Koramil 1605-03/Weluli segera melakukan koordinasi dan bergerak menuju lokasi untuk membantu proses penyelamatan.

"Sekitar pukul 13.00 WITA, setelah kondisi api mulai reda, kedelapan pendaki akhirnya dapat turun dari kawasan Gunung Lakaan dan langsung dievakuasi oleh personel gabungan Polri dan TNI"jelas Kasi Humas.

Korban Di Evakuasi Dalam Kondisi Selamat dan Sehat

Adapun delapan pendaki tersebut masing-masing berinisial atau bernama Jefano (28), Natalia Putri (23), Melfita Mau (24), Gerdha Asalang (31), Katlin Lay (32), Lambert Misa (27), Gustto Benu (29), dan Frengky Bere (29).

Seluruhnya diketahui merupakan karyawan Koperasi Swasti Sari Kabupaten Belu.

Dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan oleh tim evakuasi, seluruh pendaki yang sebelumnya terjebak di kawasan Gunung Lakaan dipastikan berhasil diselamatkan dalam keadaan selamat.

Setelah dilakukan pengecekan kondisi fisik dan kesehatan, seluruh korban dinyatakan sehat serta tidak ditemukan adanya luka maupun cedera.

"Keberhasilan evakuasi ini menjadi kabar menggembirakan, mengingat para pendaki sempat mengalami situasi sulit saat berada di kawasan pegunungan. Selanjutnya, seluruh pendaki mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut guna memastikan kondisi mereka benar-benar stabil setelah proses evakuasi"jelas Kasi Humas.

"Operasi pencarian dan evakuasi tersebut berjalan dengan baik. Seluruh pendaki berhasil dievakuasi tanpa adanya korban luka ataupun cedera maupun korban jiwa"tambahnya.

Polisi Ungkap Dugaan Penyebab Kebakaran Kawasan Gunung Lakaan

Sementara itu, terkait kebakaran yang terjadi di kawasan Gunung Lakaan, hingga saat ini penyebab pastinya masih belum diketahui.

Berdasarkan informasi awal, titik api diduga berasal dari wilayah Desa Lakanmau, Kecamatan Lasiolat, kemudian merambat ke arah Desa Maudemu, Kecamatan Lamaknen.

"Kondisi vegetasi berupa rumput dan ranting pepohonan yang telah mengering diduga turut mempercepat penyebaran api. Tidak menutup kemungkinan kebakaran tersebut berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan oleh oknum masyarakat menjelang musim tanam, namun hal tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut"jelas Kasi Humas.

Polisi Imbau Masyarakat Tidak Melakukan Aktivitas Pendakian dan Stop Bakar Hutan

Pasca evakuasi, personel Kapolsek Lamaknen juga melakukan koordinasi dengan tokoh masyarakat dan pemerintah setempat untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar sementara waktu tidak melakukan aktivitas pendakian ke Gunung Lakaan, khususnya selama musim kemarau, mengingat kondisi kawasan yang rawan terjadi kebakaran.

Kapolsek juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terlebih pada musim kemarau ketika rumput, semak belukar, dan pepohonan dalam kondisi kering sehingga api mudah menyebar dan berpotensi membahayakan keselamatan jiwa maupun lingkungan.

"Kita juga mengimbau Masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya titik api atau aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran"pungkas Kapolsek.

Keberhasilan evakuasi delapan pendaki ini menjadi bukti sinergitas dan kesiapsiagaan TNI-Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus memastikan keselamatan warga di wilayah Kabupaten Belu.