Polisi Peduli Pendidikan: Kapolres Belu Sambangi SMAN 1 Atambua, Ingatkan Pelajar Jauhi Narkoba, Kenakalan Remaja dan Waspada Kejahatan Digital
Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa, S.H.,S.I.K menyambangi SMA Negeri 1 Atambua untuk memberikan edukasi dan imbauan kamtibmas kepada para siswa, Senin (19/10/2026).
Kehadiran Kapolres Belu sekitar pukul 07.00 WITA, disambut hangat Camat Kota Atambua, Markus Robinsosn Mau Koy serta pihak sekolah mulai dari Kepala Sekolah, Dominikus Seran Bria, S.Pd, Wakil Kepala Sekolah, para guru, staf sekolah hingga seluruh siswa dan siswi SMA Negeri 1 Atambua.
Mengawali arahannya, Kapolres menyapa para pelajar dengan penuh semangat sekaligus membangun suasana akrab dan komunikatif.
Kapolres Belu menuturkan, kehadiran Polri di lingkungan pendidikan merupakan bagian dari upaya mendukung Program 100 Hari Kerja Kapolri, Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si.,dengan tagline "Polisi Bersama masyarakat" serta Mendukung Commander Wish Kapolda NTT, Irjen Pol. Reza Arief Dewanto, S.I.K agar polisi senantiasa hadir di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah.
Sekolah kata Kapolres Belu bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang penting untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab generasi muda.
Pelaku dan Korban Kejahatan Konvensional Didominasi Anak Dibawah Umur
Kapolres mengungkapkan bahwa selama tahun 2026, Polres Belu bersama jajaran Polsek telah menangani sekitar 246 kasus kriminalitas.
Kasus-kasus tersebut didominasi tindak kejahatan konvensional, seperti penganiayaan dan pengeroyokan. Ia mengingatkan bahwa dalam sejumlah perkara, pelaku maupun korban masih berusia di bawah umur.
“Kami tidak ingin adik-adik menjadi korban, apalagi terlibat sebagai pelaku tindak pidana. Jangan sampai kesalahan dalam pergaulan merusak masa depan yang sedang kalian bangun melalui pendidikan,” pesan Kapolres.
Ingatkan Pelajar Jauhi Narkoba, Miras dan Perilaku Menyimpang
Mantan Kapolres Lembata ini secara khusus mengingatkan para pelajar agar menjauhi minuman keras, narkoba dan lingkungan pergaulan yang berpotensi menjerumuskan mereka ke dalam tindakan kriminal.
Menurutnya, perilaku menyimpang yang awalnya dianggap sepele dapat berkembang menjadi kebiasaan buruk apabila tidak dikendalikan sejak dini.
“Sekali menggunakan narkoba, akan menjadi kecanduan dan menyesal seumur hidup. Narkoba sangat berbahaya, narkoba merusak seluruh susunan syaraf pusat, narkoba menghapus impian masa adik-adik"imbau Kapolres Belu.
"Begitupun juga dengan miras dan perilaku kenakalan remaja lainnya seperti membolos, merokok, mengkosumsi miras dan perilaku menyimpang lainnya. Gapailah cita-citamu tanpa merusak dan menjerumuskan diri adik-adik ke hal yang negatif“ seru Kapolres Belu yang disambut tepuk tangan ratusan pelajar.
Pada kesempatan tersebut, Kapolres Belu juga menyoroti persoalan keselamatan berlalu lintas. Dirinya menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2026, jajaran Polres Belu telah menangani sekitar 65 kasus kecelakaan lalu lintas, dengan 19 korban meninggal dunia.
Kapolres Belu mengingatkan, berkendara dalam kondisi mabuk sangat berbahaya karena dapat menghilangkan konsentrasi dan membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Oleh Karena itu, para pelajar diminta untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, tidak berkendara secara ugal-ugalan, serta tidak mengemudi setelah mengonsumsi minuman beralkohol.
Kejahatan Digital Dapat Merusak Masa Depan
Selain persoalan pergaulan dan lalu lintas, Kapolres turut mengingatkan para siswa agar berhati-hati menggunakan media sosial dan teknologi digital.
Kemudahan memperoleh informasi melalui berbagai platform harus diimbangi dengan kemampuan memilah informasi yang benar dan bermanfaat.
Para pelajar juga diminta tidak mudah mengklik tautan mencurigakan, tidak sembarangan membagikan data pribadi, serta mewaspadai penipuan daring, judi online dan berbagai bentuk kejahatan siber lainnya.
Jika menemukan informasi atau tautan yang meragukan, mereka diimbau untuk berkonsultasi dengan orang tua maupun guru sebelum mengambil tindakan.
Di hadapan para siswa, Kapolres Belu menekankan bahwa keberhasilan masa depan berawal dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Disiplin belajar, mengerjakan tugas, menghormati guru, dan menaati aturan sekolah merupakan bagian dari proses pembentukan karakter yang akan menentukan langkah mereka di kemudian hari.
"Kehidupan seperti perjalanan pesawat yang membutuhkan arah navigasi yang tepat. Penyimpangan kecil dari arah yang seharusnya, apabila terus dibiarkan, dapat membuat seseorang semakin jauh dari tujuan yang ingin dicapai"imbau Kapolres Belu.
“Sekolah adalah tempat adik-adik menuntut ilmu dan mempersiapkan masa depan. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, dengarkan nasihat bapak dan ibu guru, hormati orang tua, serta pilihlah lingkungan pergaulan yang membawa pengaruh positif. Apa yang kalian tanam hari ini, itulah yang akan kalian petik di masa depan,”tambahnya.
Kapolres juga mengajak para siswa untuk saling menjaga, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat. Para pelajar diharapkan menjadi generasi yang mampu membanggakan keluarga, berkontribusi bagi masyarakat, serta menjadi bagian dari terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Belu.
Menutup arahannya, Kapolres Belu menyampaikan harapan agar seluruh siswa dan siswi SMA Negeri 1 Atambua dapat meraih cita-cita, menyelesaikan pendidikan dengan baik, serta tumbuh menjadi generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan bertanggung jawab.
Guna mendukung sarana olahraga, menyalurkan bakat serta meningkatkan prestasi para pelajar, Kapolres Belu diakhir kunjungannya tersebut menyerahan bantuan Bola Volly yang diterima langsung oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Atambua.


Humas Polres Belu

