Kapolres Belu Hadiri Penelitian Puslitbang Polri di Polres TTU, Dukung Penelitian Kesesuaian Norma Indeks Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana
Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa, S.H., S.I.K., menghadiri kegiatan penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri terkait kesesuaian norma indeks biaya penyelidikan dan penyidikan tindak pidana dengan kebutuhan operasional riil serta karakteristik kewilayahan, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Bhayangkari Polres Timor Tengah Utara (TTU) tersebut menjadi bagian dari upaya Polri mengevaluasi dukungan anggaran penyelidikan dan penyidikan agar sesuai dengan kebutuhan nyata personel di lapangan, sehingga penanganan perkara dapat berjalan lebih efektif, profesional, dan akuntabel.
Penelitian ini melibatkan tiga satuan kewilayahan di Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni Polres TTU, Polres Belu, dan Polres Malaka.
Keterlibatan ketiga polres tersebut penting untuk memberikan gambaran mengenai kebutuhan operasional penyidik, dengan mempertimbangkan kondisi geografis, jarak tempuh, aksesibilitas wilayah, kondisi sosial masyarakat, serta tantangan penegakan hukum, termasuk di kawasan perbatasan negara.
Kegiatan dipimpin Ketua Tim Penelitian Puslitbang Polri, Kombes Pol Muhamad Fauzi, S.I.K., S.H., M.M., didampingi Sekretaris Tim Kompol Wibowo Saputra, S.Pd., S.I.K., nara sumber Penda TK. I Dini Dwi Kusumaningrum, S.Sos., M.S., serta anggota tim Briptu Melinia Fitrika Irjayanti, S.S.
Turut hadir pendamping dari Polda NTT, Ipda Florianus Guido Harum, S.H., dan Ipda Oscar Otnial Tonael.
Selain Kapolres Belu, kegiatan tersebut dihadiri Kapolres TTU AKBP Eliana Papote, S.I.K., M.M., Kapolres Malaka AKBP Riki Ganjar Gumilar, S.I.K., M.M., para pejabat utama dan perwakilan Kapolsek perbatasan dari ketiga polres serta perwira dan personel yang bertugas pada fungsi reserse kriminal.
Dalam sambutannya, Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan penelitian tersebut. Ia berharap kegiatan ini mampu memberikan gambaran objektif dan menyeluruh mengenai kondisi riil pelaksanaan penyelidikan dan penyidikan, termasuk kendala yang dihadapi personel dalam menangani berbagai perkara.
Sementara itu, Ketua Tim Penelitian Puslitbang Polri, Kombes Pol Muhamad Fauzi menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan menghimpun data dan masukan faktual sebagai bahan evaluasi bagi pimpinan Polri, khususnya Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Polri serta Bareskrim Polri, dalam mengevaluasi dan menyusun norma indeks biaya penyelidikan dan penyidikan tindak pidana.
Ketua Tim menegaskan, penyusunan norma indeks tersebut perlu memperhatikan kebutuhan operasional yang sesungguhnya, termasuk perbedaan karakteristik geografis dan tantangan tugas di setiap daerah. Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan diharapkan tidak hanya mengacu pada standar normatif, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan personel yang menjalankan tugas langsung di lapangan.
Adapun penelitian tersebut berfokus pada evaluasi kesesuaian norma indeks biaya penyelidikan dan penyidikan dengan kebutuhan operasional, identifikasi kendala serta karakteristik kewilayahan yang memengaruhi efektivitas penegakan hukum, dan penyusunan rekomendasi perbaikan norma indeks maupun regulasi penanganan perkara.
Terkait kegiatan tersebut, Kapolres Belu menuturkan, keterlibatan dalam penelitian ini menjadi kesempatan untuk menyampaikan pengalaman dan kebutuhan operasional personel Reskrim dalam menjalankan tugas penegakan hukum di wilayah Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Timor-Leste.
Masukan dari satuan kewilayahan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran, terutama terkait dukungan anggaran, mobilitas personel, serta kebutuhan penanganan perkara yang menyesuaikan kondisi lapangan.
"Kehadiran Kami dalam penelitian ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya evaluasi dan penyempurnaan kebijakan Polri, khususnya dalam memperkuat pelaksanaan tugas penyelidikan dan penyidikan tindak pidana"tutur Kapolres Belu.
"Dengan dukungan kebijakan yang sesuai kebutuhan lapangan, diharapkan pelayanan penegakan hukum di wilayah Polda NTT semakin optimal dan mampu memberikan kepastian hukum serta rasa keadilan bagi masyarakat"tambahnya.
Melalui penelitian ini, diharapkan norma indeks biaya penyelidikan dan penyidikan dapat semakin sesuai dengan kebutuhan riil dan karakteristik wilayah, sehingga mendukung penanganan perkara yang lebih efektif, efisien, transparan, dan berkeadilan.
Kegiatan penelitian di Aula Bhayangkari Polres TTU berakhir pada pukul 10.36 WITA dan dilanjutkan dengan pendalaman materi. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar.

Humas Polres Belu

