Pimpin Upacara Kesadaran Nasional, Kapolres Belu Sampaikan Lima Poin Penting untuk Anggota Polri Sebagai Arah dan Pedoman dalam Pelaksanaan Tugas

Pimpin Upacara Kesadaran Nasional, Kapolres Belu Sampaikan Lima Poin Penting untuk Anggota Polri Sebagai Arah dan Pedoman dalam Pelaksanaan Tugas

Kepala Kepolisian Resor Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa, S.H.,S.I.K. memimpin Upacara Bendera dalam rangka hari kesadaran Nasional yang diikuti oleh Wakapolres Belu, KOMPOL Lorensius, S.H.,S.I.K, para pejabat utama serta seluruh personel Polres Belu, senin (19/1/2026) pukul 08.00 wita.

Dalam amanatnya, Kapolres Belu mengungkapkan, pelaksanaan upacara bendera bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan sarana refleksi, introspeksi dan evaluasi atas pelaksanaan tugas di tahun sebelumnya.

“Upacara bendera yang kita laksanakan setiap bulan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan semangat pengabdian, memupuk disiplin, patriotisme, jiwa korsa, loyalitas dan kebersamaan. Upacara ini juga memiliki makna khusus sebagai sarana introspeksi dan evaluasi atas pelaksanaan tugas kita di tahun sebelumnya serta sejauh mana kinerja yang telah kita berikan bagi organisasi, masyarakat, bangsa dan negara,” tutur Kapolres Belu.

"Karena tantangan tugas kedepan tidaklah semakin mudah dan ringan. Berbagai dinamika sosial, perkembangan teknologi, potensi gangguan kamtibmas serta tuntutan masyarakat terhadap oelayanan Polri yang humanis, cepat dan transparan tentunya menuntut kita untuk terus beradaptasi dan berbenah diri"tambah Kapolres Belu.

Masih dalam amanatnya, Kapolres Belu mengungkapkan, berbagai keberhasilan dalam pengungkapan kasus-kasus menonjol, merupakan bukti nyata kerja keras, sinergi dan profesionalisme jajaran Polres dalam menegakan hukum.

"Namun Saya mengngatkan agar setiap keberhasilan tidak membuat kita berpuas diri akan tetapi terus meningkatkan kualitas penyelidikan dan penyiidikan, junjung tinggi prinsip penegakan hukum, yang berkeadilan dan transparan, yang berorientasi pada perlindungan hak asasi manusia, guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap nstitusi Polri"imbau Kapolres Belu.

Kepada seluruh peserta upacara yang hadir, Kapolres Belu menyampaikan lima penekanan penting sebagai pedoman pelaksanaan tugas ke depan antara lain yang Pertama, peningkatan profesionalisme dan kualitas pelayanan publik.

“Jadilah anggota Polri yang hadir sebagai solusi, bukan sumber masalah. Layani masyarakat dengan hati, sikap humanis, serta menjunjung tinggi etika dan aturan hukum,” ujarnya.

Poin Kedua,, Kapolres Belu menekankan pentingnya menjaga integritas dan disiplin. Menurutnya, sekecil apa pun pelanggaran akan berdampak besar terhadap kinerja Polri dan kepercayaan publik.

Ketiga, mantan Kapolres Lembata ni meminta seluruh personel memperkuat soliditas internal dan sinergi eksternal dengan membangun kerja sama lintas satuan fungsi serta meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan.

Keempat, kesiapan menghadapi tantangan digital menjadi perhatian serius. Personel diminta memanfaatkan teknologi secara positif sekaligus waspada terhadap kejahatan berbasis teknologi informasi yang terus berkembang.

Kelima, Kapolres Belu mendorong penerapan pendekatan pemolisian prediktif (predictive policing) agar setiap anggota mampu menakar potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat dengan sedini mungkin.

Selain Lima point penting diatas, Kapolres Belu mengmbau seluruh personel Polri untuk mewaspadai berbagai bentuk gangguan kamtibmas baik bersifat konvensional, transnasional, kejahatan terhadap kekayaan negara maupun kontijensi seperti konflik sosial bencana alam.

"Bencana alam seperti banjir, tanah longsor, gelombang pasang atau tsunami, gempa bumi dan kebakaran lahan harus tetap diwaspadai, dikelola dan ditangani secara profesional"imbau Kapolres Belu.

"Khususnya bencana alam dibutuhkan gerak cepat Polri dengan mengerahkan personel beserta kelengkapannya guna memberikan bantuan dan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan pertolongan"pungkasnya.