Kapolres Flores Timur dan Polwan Turun ke Lokasi, Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa di Adonara Timur

Kapolres Flores Timur dan Polwan Turun ke Lokasi, Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa di Adonara Timur

Flores Timur – Gempa bumi tektonik mengguncang Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Kamis (9/4/2026) dini hari. Guncangan berkekuatan magnitudo 4,7 tersebut menyebabkan ratusan rumah warga rusak di Kecamatan Adonara Timur serta menimbulkan korban luka.

Berdasarkan data di lapangan, episenter gempa berada di laut sekitar 21 kilometer tenggara Kota Larantuka pada koordinat 8,36 Lintang Selatan dan 123,15 Bujur Timur dengan kedalaman 5 kilometer. Gempa pertama terjadi pukul 00.17 Wita dan diikuti sejumlah gempa susulan hingga siang hari.

Wilayah yang paling terdampak berada di Desa Terong dan Desa Lamahala Jaya, Kecamatan Adonara Timur. Di Desa Terong tercatat sebanyak 137 rumah warga terdampak, terdiri dari 33 rumah rusak berat dan 104 rumah rusak ringan. Sementara di Desa Lamahala Jaya sedikitnya 49 rumah mengalami kerusakan.

Selain rumah warga, gempa juga merusak fasilitas umum berupa SPBU 02 Waiwerang dan bagian depan Masjid Jami Al-Ma'ruf di Desa Lamahala Jaya.

Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra, S.I.K., mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan terjadinya gempa.

“Personel Polres Flores Timur bersama TNI, pemerintah daerah dan BPBD langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pendataan, membantu evakuasi warga serta memastikan situasi kamtibmas tetap aman,” ujar Kapolres.

Menurutnya, terdapat enam warga yang mengalami luka akibat gempa. Dua di antaranya mengalami luka berat, yakni Abdul Azam Zaya Putra (16) dan Citra Ibrahim (1), warga Desa Terong. Sementara di Desa Lamahala Jaya, seorang warga bernama Jahria Deran Bali (52) juga mengalami luka berat.

Kapolres menjelaskan, selain pengamanan dan pendataan, pihaknya juga mengerahkan Tim Trauma Healing Polwan Polres Flores Timur untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang terdampak.

“Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan mengalami trauma pasca gempa. Karena itu kami menurunkan tim Polwan untuk memberikan trauma healing di lokasi pengungsian agar mereka merasa lebih tenang dan aman,” katanya.

Pada Kamis sore, Kapolres Flores Timur bersama Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen meninjau langsung Desa Terong dan Desa Lamahala Jaya. Keduanya menyerahkan bantuan secara simbolis berupa kasur lipat dan perlengkapan kebutuhan hidup sementara kepada warga terdampak.

Kapolres dan rombongan juga mengecek kesiapan posko pengungsian di halaman rumah warga di Desa Lamahala Jaya serta memeriksa kondisi Masjid Jami Al-Ma'ruf yang mengalami kerusakan cukup parah.

Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., mengatakan Polda NTT terus memantau perkembangan situasi di Flores Timur dan telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk membantu penanganan warga terdampak.

“Polda NTT mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya, serta mengikuti arahan petugas di lapangan mengingat masih ada potensi gempa susulan,” ujar Kabidhumas.

Ia menambahkan, personel kepolisian akan terus meningkatkan patroli dan pengamanan di wilayah terdampak maupun lokasi pengungsian untuk mencegah gangguan kamtibmas.

“Selain fokus pada keselamatan warga, kami juga memastikan distribusi bantuan berjalan aman dan tepat sasaran. Kehadiran polisi di lokasi diharapkan dapat memberi rasa aman bagi masyarakat,” tegas Kombes Pol Henry Novika Chandra.

Kabidhumas Polda NTT juga menyampaikan apresiasi Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., kepada jajaran Polres Flores Timur yang bergerak cepat membantu masyarakat sejak awal terjadinya gempa.

“Bapak Kapolda NTT memberikan apresiasi kepada Kapolres Flores Timur beserta seluruh personel yang sigap turun ke lokasi, melakukan pengamanan, pendataan, evakuasi dan trauma healing kepada warga terdampak. Kehadiran polisi di tengah masyarakat sangat dirasakan manfaatnya,” ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra.

Kapolda NTT melalui Kabidhumas juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, mengutamakan keselamatan, serta tidak kembali ke rumah yang mengalami kerusakan berat sebelum dinyatakan aman oleh petugas.

“Masyarakat diharapkan terus waspada terhadap potensi gempa susulan, mengikuti arahan pemerintah dan aparat di lapangan, serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum tentu benar,” tambahnya.

Hingga Kamis malam, situasi di wilayah terdampak dilaporkan relatif aman dan terkendali. Namun warga masih diminta waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dalam beberapa hari ke depan.