Gelar Rakor Lintas Sektor, Polres Belu bersama Pemda dan TNI Bentuk Satuan Tugas, Siaga Antisipasi Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan

Gelar Rakor Lintas Sektor, Polres Belu bersama Pemda dan TNI Bentuk Satuan Tugas, Siaga Antisipasi Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan

Kepoliisian Resor (Polres Belu) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan, senin (10/08/2026).

Rakor yang dilaksanakan di aula Wira Satya Polres Belu pukul 10.00 WITA, dipimpin Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa, S.H.,S.I.K dan dihadiri Dandim 1605 Belu dalam hal ini diwakili Kasdim, Mayor Arm Paulus, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Belu, drg. Maria Ansilla F. Eka Mutty, Kasat Pol PP Kab. Belu M. Deverty Atok.

Hadir juga Wadanyon A Pelopor Kompol Raimondo De jesus, SH, Kabid Damkar Yoseph  B. Asa, Kasi Kehutanan J. M. Bilin serta sejumlah Pejabat Utama Polres Belu.

Kapolres Belu dalam sambutannya mengatakan, rapat koordinasi ini dilaksanakan untuk menyinergikan gerak dan langkah dari seluruh pemangku kepentingan dalam pencegahan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Belu.

Dirinya mengungkapkan, saat ini sudah memasuki musim kemarau di mana saat ini cuaca cukup panas, intensitas hujan berkurang dan hampir tidak ada sehingga akan berpotensi terjadinya Kebakaran Lahan dan Hutan di wilayah Kabupaten Belu.

Dalam rakor tersebut, Kapolres Belu memamparkan secara singkat kondisi dan pemetaan wilayah rawan karhutla, langkah-langkah pencegahan, pemantauan dan deteksi dini, hingga kesiapan personel serta sarana dan prasarana Polres Belu dalam menghadapi kemungkinan terjadinya karhutla.

Mantan Kapolres Lembata ini menekankan pentingnya koordinasi dan respons cepat apabila ditemukan titik api. Setiap informasi terkait potensi maupun kejadian karhutla diharapkan dapat segera dilaporkan agar proses penanganan dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan tepat sasaran.

Selain aspek pencegahan dan penanganan, Kapolres Belu dalam rakor ini juga menekankan pentingnya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mengenai bahaya serta dampak pembakaran hutan dan lahan.

“Karhutla merupakan persoalan yang harus kita hadapi bersama. Koordinasi dan komunikasi yang cepat menjadi kunci, mulai dari pencegahan, deteksi dini, pemadaman hingga penanganan setelah api berhasil dikendalikan,” ujarnya.

"Saya berharap seluruh kita yang hadir hari ini baik dari TNI, Polri dan unsur pemerintah daerah, dapat menyatukan persepsi bahwa tugas ini merupakan tugas kita  bersama sehingga apabila ada Karhutla dapat bersama - sama turun membantu dalam penanggulangan Karhutla,”tambahnya.

Rapat koordinasi tersebut menghasilkan kesepakatan bersama terkait penanganan Karhutla dengan membentuk Satgas Karhutla.

Tim ini akan menjadi wadah koordinasi lintas instansi dalam pelaksanaan pencegahan dan penanggulangan Karhutla secara terpadu di wilayah kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste.